Pre-order Starlink Indonesia Apakah Daerah Anda Tercakup Layanannya?

leo satelit starlink

Starlink Indonesia Membuka Pre Order, Sudahkah Anda Bergabung? 

Penggunaan internet semakin tinggi, tidak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Karena itu upaya untuk memberikan akses koneksi internet yang semakin cepat pun terus diupayakan. Salah satunya adalah oleh SpaceX melalui adanya Starlink. Beberapa waktu lalu, Starlink bahkan sudah diluncurkan untuk pertama kali, bahkan sudah mulai melakukan tahap pre order di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Adanya starlink di Indonesia tentu memberikan harapan baru. 

Persyaratan untuk Bisa Mencoba Layanan Internet Berbasis Satelit Starlink Indonesia 

Starlink yang merupakan layanan koneksi internet berbasis satelit yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi bernama SpaceX. Ini adalah layanan internet berbasis ruang angkasa yang dalam tahap pengujian awalnya terbukti cukup dapat diandalkan. Kini tidak hanya pengguna internet dari Amerika Serikat saja yang bisa menikmati layanan internet ini. 

Bahkan pengguna internet di Indonesia pun bisa karena SpaceX juga sudah melakukan sistem pre-order ke seluruh dunia. Pengguna Starlink di Indonesia dapat memesan paket internet berbasis satelit ini dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Mengunjungi Website resmi Stalink 

Untuk bisa melakukan pemesanan paket internet berbasis satelit ini, Anda harus lebih dulu melakukan tahap pre order. Tahap ini dilakukan dengan mengunjungi laman resmi Starlink. Setelah itu, pada laman resmi tersebut, Anda akan diminta untuk mengisi beberapa data. 

Data yang harus Anda isikan termasuk alamat email dan alamat rumah Anda. Nah, saat memasukkan alamat rumah inilah Anda akan mendapatkan notifikasi bahwa Starlink ditargetkan dapat menjangkau wilayah Anda di tahun 2022. Namun tidak semua lokasi dapat dijangkau di masa pre-order atau beta version ini

  1. Membayar Biaya Pemesanan 

Selain mengisi alamat e-mail, karena menggunakan sistem pre-order, maka syarat selanjutnya yang harus Anda penuhi adalah membayar biaya pemesanan. Biaya pemesanan yang ditetapkan oleh SpaceX sebagai perusahaan yang mengembangkan layanan internet berbasis satelit ini adalah sebesar 1,3 juta rupiah. Namun Anda tak perlu khawatir karena di situs Starlink ini, tertulis jika biaya deposit yang sudah dibayarkan bisa dikembalikan sepenuhnya.

  1. Membeli Starlink Kit 

Tidak hanya membayar biaya deposit pemesanan sebesar 1,3 juta rupiah saja, calon pengguna layanan Starlink di Indonesia masih diharuskan membeli Starlink Kit nantinya. Starlink kit ini sendiri pada dasarnya merupakan perangkat keras yang digunakan dalam pemasangan koneksi internet. 

Dalam Starlink kit tersebut terdiri atas parabola, kabel, router wifi, hingga pemasok daya. Nah, untuk kit ini sendiri, Anda akan diharuskan membayar sebesar 6,9 juta rupiah. 

Layanan internet berbasis satelit yang dikembangkan oleh SpaceX ini diklaim akan memberikan koneksi internet lebih baik dan lebih cepat dengan latensi yang juga lebih rendah. Dengan menggunakan layanan internet ini, SpaceX mengklaim pengguna akan mendapatkan beberapa keunggulan berikut: 

  • Internet Berkecepatan Tinggi 

Salah satu keunggulan yang bisa didapatkan oleh pengguna Starlink di Indonesia ini selama masa uji coba adalah bisa mendapatkan layanan internet berkecepatan tinggi. Kecepatan internet yang bisa Anda dapatkan bahkan bisa mencapai 50-150 Mbps. 

Kecepatan ini bisa didapatkan sebab latensi dari koneksi internet ini sendiri juga sudah sangat rendah. Latensinya sudah mencapai 25 hingga 35 ms. Angka ini bahkan rencananya akan terus dipercepat sampai mencapai 20 ms.

  • Lebih Unggul Bahkan jika Digunakan di Daerah dengan Tingkat Populasi Menengah atau Padat 

Ini adalah keunggulan yang mungkin tidak akan Anda dapatkan dari provider internet satelit lain. Jika diperhatikan, selama ini provider penyedia layanan internet satelit memberikan koneksi internet di daerah-daerah tidak padat penduduk (pulau – pulau dan pegunungan) yang belum terjangkau jaringan internet jenis lain. 

Namun, hal tersebut akan berubah dengan masuknya Starlink beta version yang justru akan memberikan keunggulan bahkan jika digunakan di kawasan padat penduduk. Menurut informasi pada website resmi starlink pre-order untuk daerah terpencil yang memiliki kepadatan penduduk rendah belum dapat dilakukan. Hal ini tampaknya merupakan strategi dari SpaceX untuk memfokuskan kapasitas yang terbatas di beta version ini untuk memberikan peningkatan kecepatan internet bagi daerah dengan kepadatan yang cenderung tinggi. 

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menjadi salah satu pengguna Starlink di Indonesia ini? Jika iya, jangan lupa penuhi persyaratan yang sudah disebutkan di atas agar Anda masuk dalam daftar orang-orang yang melakukan pre order untuk mendapatkan layanan internet berbasis satelit ini. Dengan begitu, Anda bisa menikmati berbagai keunggulan sebagaimana yang disebutkan di atas. 

Penasaran apakah daerah anda sudah tercakup layanan starlink beta version ini? Anda dapat menanyakan kepada kami melalui chat.

Cakupan Area Satelit Starlink

Satelit Starlink, sebuah proyek dari perusahaan antariksa terkenal milik Elon Musk yaitu SpaceX. Konstelasi satelit ditujukan sebagai solusi internet yang lebih cepat bagi seluruh masyarakat di dunia. Diluncurkan pada tahun 2015, dengan pengiriman masal satelit kecil pada titik rendah orbit bumi. Peluncurannya dilakukan dengan proses bertahap, ini adalah beberapa informasi menariknya.

Hal Menarik dari Proyek Satelit Starlink 

  • Berada di Orbit Rendah Bumi 

Hal yang menjadikan  satelit Starlink banyak dibicarakan adalah visi dan juga terobosan terbaru dalam usaha peluncurannya. Keputusan dalam menempatkan pada orbit rendah bumi juga menjadi satu upaya cukup berbeda. Meskipun tujuannya bagus untuk memberikan kualitas terbaik dengan jeda waktu yang lebih sedikit, namun pada kenyataannya masih banyak menemui kendala. 

Satu satelit yang ditempatkan pada suatu orbit rendah bumi hanya bisa menjangkau wilayah dengan jangkauan kecil. Oleh karenanya perusahaan SpaceX memerlukan banyak satelit kecil untuk diluncurkan secara bertahap karena Falcon 9 hanya mampu menampung sekitar 60 saja. Sedangkan yang akan diluncurkan berjumlah ribuan dengan penambahan dalam proses untuk terus dikembangkan. 

  • Memiliki Ribuan Satelit Kecil 

Letak Starlink berada pada jarak sekitar 350 mil orbit rendah bumi di angkasa. Karena diterbitkan di orbit rendah bumi maka ruang jangkauan terbatas, sehingga jumlah yang diluncurkan juga banyak bahkan ribuan. Berat per satuannya sekitar 260 kg, dilengkapi dengan antena parabola. Pengirimannya dilakukan secara massal atau besar-besaran agar dapat memfasilitasi seluruh kebutuhan internet masyarakat dunia. 

Penempatan di orbit rendah dilandasi karena kebutuhan latensi rendah sehingga panggilan video ataupun gaming tidak terkendala. Oleh karenanya penempatannya di buat lebih dekat disesuaikan dengan tujuan utamanya yang ingin mengurangi gangguan pengguna jaringan internet. Sehingga sinyal tidak perlu mengambil waktu lama untuk disalurkan kembali. 

Cakupan Area Layanan di Beta Version

  • Menargetkan daerah-daerah berpenduduk padat dahulu

Ini adalah hal yang mungkin tidak akan Anda temukan dari provider internet satelit hingga saat ini. Karena selama ini provider penyedia layanan internet satelit memberikan koneksi internet di daerah-daerah tidak padat penduduk (pulau – pulau dan pegunungan) yang belum terjangkau jaringan internet jenis lain. 

Namun, hal tersebut akan berubah dengan masuknya Starlink beta version yang justru akan memberikan menyasar kawasan padat penduduk. Menurut informasi pada website resmi starlink pre-order untuk daerah terpencil yang memiliki kepadatan penduduk rendah malah belum dapat dilakukan. Hal ini tampaknya merupakan strategi dari SpaceX untuk memfokuskan kapasitas yang terbatas di beta version ini untuk memberikan peningkatan kecepatan internet bagi daerah dengan kepadatan penduduk yang cenderung lebih tinggi. 

Pengembangan Satelit Starlink Setelah Beta Version 

  • Memiliki Empat Antena bertenaga surya

Berbagai kelengkapan dipasang dan disematkan untuk mendukung kinerja satelit Starlink salah satunya berupa antena berjumlah 4 buah. Ketika sampai atau mencapai titik orbit yang dituju, solar panel telah terkumpul dan dikerahkan sebagai alat untuk menyalakannya. Antena ini juga digunakan sebagai alat memaksimalkan transmisi jaringan internet yang akan disalurkan kembali. 

Cara kerjanya dalam penyaluran jaringan internet ke seluruh wilayah di belahan dunia adalah dengan menghubungkannya antara satu dengan yang lainnya. Prosesnya didukung oleh pendorong ion berupa gas kripton. Menggunakan berbagai alat pendukung yang melengkapinya, ketahanan satelit Starlink dinyatakan bisa mencapai waktu cukup lama berada di orbit rendah. 

  • Kecepatan Jaringan Internet 25 ms – 35 ms 

Sebagaimana tujuan awalnya, Satelit starlink memang dikhususkan untuk memfasilitasi kebutuhan jaringan secara global dengan kecepatan mencapai 25 ms sampai dengan 35 ms. Latensi pada nilai rata-rata tersebut merupakan kualitas tercepat. Dimungkinkan dalam penggunaannya bisa sampai atau lebih dari 1 Gbps, melampaui kemampuan dari penyedia lainnya. 

Keberadaannya digadang-gadang bisa memberikan terobosan dan solusi terbaik bagi dunia digital yang penggunaannya mengandalkan jaringan internet. Laser dibuat dan disematkan bersama dengan empat antena membantu untuk menghubungkan setiap satelit sehingga bisa maksimal dalam kerja programnya. 

  • Menambah Jumlah Satelit pada Orbit 

SpaceX merasa dengan terobosannya ini, bisa memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat di seluruh dunia saat berseluncur di dunia maya dan melakukan segala aktivitas berkaitan. Ambisinya membawa keinginan untuk kemudian menambahkan jumlah satelit yang didaratkan pada orbit rendah bumi. 

Usaha pengajuan perizinan terus diusahakan. Namun, Komisi komunikasi Federal AS hanya memberikan izin untuk 12 ribu satelit Starlink. Ternyata itu tidak cukup, dan usaha banding dilakukan untuk menambah kuantitasnya. Sekitar 42 ribu satelit ditargetkan bisa ditempatkan pada orbit rendah bumi. Setelah melalui banyak hal, akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dan segera dilaksanakan. 

Usaha SpaceX melalui satelit starlink menjadi satu upaya penyajian internet tanpa kabel pertama dengan kecepatan yang cukup cepat. Itulah ulasan singkat terkait dengan proyek besar-besaran Elon Musk. Saat ini sudah banyak program serupa akan mulai dirancang untuk memfasilitasi dan memberikan solusi pada kebutuhan internet yang semakin banyak dan juga membutuhkan daya akses tanpa jeda waktu.

Kesempatan Kerjasama Bagi Komunitas Mitra Sinergi untuk Usaha WiFi Hotspot

Kami merupakan isp dan vsat operator. Kami membuka kesempatan kerjasama usaha WiFi hotspot atau RT RW Net. Hingga tahun 2021 kami merekomendasikan internet satelit teknologi KA Band sebagai produk layanan terlaris kami. Tidak hanya menyediakan internet satelit, layanan kami juga mencakup konfigurasi router Mikrotik. Mulai dari penyediaan perangkat hingga layanan internet satelit (untuk di daerah terpencil). Jadi anda tidak perlu memusingkan penyediaan internet maupun pengelolaan router mikrotik anda di lokasi terpencil sekalipun.