Pilih Ku Band Atau C Band?

Pilih KA Band KU Band atau C Band

Teknologi VSAT menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan jaringan di seluruh wilayah nusantara sampai dengan lokasi terdalam dan terpencil. Kini solusi jenis frekuensi jaringan VSAT baru selain C Band dan KU Band adalah KA Band. Diharapkan solusi layanan internet pada jaringan di frekuensi-frekuensi ini mampu menghadirkan solusi komunikasi bagi daerah terdalam, terluar dan terpencil. Dengan Jaringan frekuensi KU Band dan KA Band, Karunia Sinergi (KS) pasti mampu memberikan solusi komunikasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini.

Dua layanan yang KS tawarkan untuk mengatasi keterbatasan jaringan di seluruh pelosok Indonesia ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Keduanya telah digunakan beberapa instansi pemerintah, perkantoran swasta, perorangan, dan instansi pendidikan. Sejauh ini baik C Band, KU Band maupun KA Band tetap memiliki pelanggan setia, dan harus diakui, ketiganya sangat ‘berjasa’ bagi masyarakat yang tinggal di wilayah susah sinyal alias blank spot.

Sebagai penyedia layanan di jaringan KA Band maupun KU Band, KS menyarankan agar pengguna baiknya mengenali lebih dulu keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pilih sesuai kebutuhan dan budget yang ada karena keduanya memiliki keunggulan di kelasnya. Untuk itu, sebagai pembanding dan menjadi informasi, KS akan paparkan keunggulan dan kekurangan dari keduanya, namun akan diawali dengan jenis frekuensi pendahulunya, yaitu frekuensi C Band.

C Band Ku Band atau KA Band
Ilustrasi sistem perangkat antena 1,8meter C Band

C Band

C band lebih dahulu digunakan untuk sistem komunikasi satelit. C band mengoperasikan antena berukuran besar (minimal berdiameter 1,8 meter) memiliki rentang frekuensi 3.7 – 4.2 GHz untuk komunikasi dari satelit ke penerima di bumi (downlink), dan 5.9 – 6.4 GHz untuk komunikasi dari penerima di bumi ke satelit (uplink).

Kelebihan Layanan pada Frekuensi C Band Dibandingkan KU Band dan KA Band

Saat ini C band masih digunakan secara luas, karena ketahanannya yang lebih terhadap cuaca. Telah menjadi keyakinan yang berlangsung lama bahwa C Band bisa digunakan di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi. Hal ini disebabkan perangkat C Band (parabola atau dish) lebih stabil karena lebih besar dari sistem perangkat KU dan KA Band. Memang tak dipungkiri biaya perangkat keras untuk C Band lebih mahal, begitu pula dengan biaya bandwidth-nya, sehingga banyak sistem perangkat antena ini yang dulunya aktif namun kini tidak lagi. 

Pengguna di daerah dapat memanfaatkan sistem perangkat antena C Band yang tidak terpakai untuk online di frekuensi KU Band cukup dengan mengganti BUC & LnB beserta dudukannya menjadi transceiver. Pelanggan dengan kebutuhan ketahanan layanan yang lebih terhadap cuaca umumnya lebih memilih sistem perangkat antena C Band yang berukuran lebih besar dan layanannya berada pada jaringan frekuensi yang lebih rendah. Semakin rendah frekuensi maka jaringan tersebut memiliki ketahanan terhadap cuaca yang lebih baik.

Kekurangan Layanan pada Frekuensi C Band Dibandingkan KU Band dan KA Band

C band memiliki dua masalah yang signifikan, yakni logistik perangkat berukuran besar dan rentang frekuensinya yang digunakan juga untuk sistem komunikasi terestrial radio gelombang mikro, termasuk dalam hal ini adalah 5G nantinya. Ada sejumlah besar sistem gelombang mikro terestrial yang berkaitan dengan komunikasi komersial. Akibatnya, lokasi penerima perlu dibatasi dalam rangka untuk mencegah interferensi tersebut. Itu sebabnya penggunaan C Band di masa depan mungkin akan menurun.

 

KU Band

KU Band merupakan jaringan yang lahir setelah C Band. KU Band memiliki rentang frekuensi 11,7-12,2 GHz untuk komunikasi dari satelit ke penerima di bumi (downlink).  14,0-14,5 GHz untuk komunikasi dari penerima di bumi ke satelit (uplink). KU Band, biasanya, digunakan untuk siaran dan koneksi internet dua arah. Rentang frekuensi KU Band dialokasikan secara eksklusif untuk digunakan oleh sistem komunikasi satelit, sehingga menghilangkan masalah interferensi dengan sistem terestrial gelombang mikro. Karena panjang gelombang yang lebih kecil dan bandwidth yang lebih lebar, maka dimungkinkan untuk menggunakan antena penerima beserta power yang lebih kecil namun kapasitas kecepatan internet-nya lebih besar.

Kelebihan Layanan pada Frekuensi KU Band Dibandingkan C Band dan KA Band 

Pada awal komunikasi satelit, C band adalah satu-satunya pilihan. Kehadiran KU Band berhasil menggeser kepopuleran C Band karena beberapa alasan. Sinyal yang dipancarkan KU Band sangat kuat, padahal menggunakan dish berukuran mini bahkan seukuran tutup panci untuk menerima sinyal siaran dan tahan terhadap kebisingan. Sistem perangkat antena dan paket layanan berbasis internet yang lebih praktis dan murahpun menguntungkan pelanggan. Walau dikenal lemah ketika musim penghujan, kini dampak dari hujan lebat telah dapat dikurangi. Dengan disain engineering dan peralatan teknologi mutakhir layanan pada frekuensi KU Band dapat mengimbangi keadaan cuaca di negara tropis.

Kekurangan Layanan pada Frekuensi KU Band dibandingkan C Band dan KA Band

Memang sistem perangkat 1,2meter KU Band lebih murah dari C Band, silahkan cek harganya, disini, namun ketahanannya terhadap cuaca harus diakui masih berada sedikit dibawah C Band. Sinyal akan hilang (sesaat) pada awal terjadinya hujan besar, sesaat setelah sistem perangkat KU Band selesai melakukan restart maka sistem akan menghidupkan kembali akses internet dengan modulasi yang lebih rendah secara otomatis. Dengan begitu sistem perangkat kini sanggup bertahan online saat hujan. Layanan KU Band banyak digunakan oleh lembaga komersil yang menerapkan biaya berlangganan kepada konsumennya. Khususnya bagi mereka yang selalu mencari inovasi untuk menurunkan biaya berlangganan dan pembelian antena bagi pelanggan. Banyak pula kantor cabang perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kecepatan internet VSAT broadband puas ketika menggunakan layanan ini. Layanan jaringan pada frekuensi KU Band juga cocok digunakan untuk berbagai service application pada sosial media.

KA Band

KA Band merupakan teknologi VSAT paling mutakhir dibanding KU Band atau C Band. KA Band memiliki rentang frekuensi 26.5–40 GHz, dan memiliki rentang panjang gelombang 5.0-11.3 mm.

KA Band, digunakan untuk menghadirkan real broadband internet pada teknologi VSAT. Layanan pada jaringan KA Band disebut sebagai layanan dengan kecepatan internet broadband sesungguhnya karena mampu menawarkan kecepatan download hingga 35Mbps bahkan 60Mbps pada setiap lokasi. Kecepatan ini merupakan paket layanan reguler yang ditawarkan oleh teknologi KA Band. 

Kecepatan internet KA Band disebut dapat menyaingi kecepatan internet kabel optik. Dengan menggunakan ukuran dish yang sama dengan Ku Band, dish 1,2 meter, teknologi ini sangat dinantikan. 

Kelebihan Layanan pada Frekuensi KA Band dibandingkan KU Band dan C Band 

Pada teknologi KU Band, kemampuan sharing bandwidth pada kapasitas bandwidth yang lebih besar, berdampak pada biaya bandwidth yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan C Band. Faktor keunggulan ini seakan dilipatgandakan pada layanan di jaringan KA Band. 

Layanan pada jaringan KA Band memiliki sharing ratio yang lebih besar lagi – memanfaatkan rentang frekuensi yang lebih lebar pada frekuensi KA Band, menjadikan layanan ini menghadirkan solusi kecepatan internet broadband yang sesungguhnya kepada pelanggan (dengan sharing bandwidth download mulai dari kecepatan 35Mbps). 

Kehadiran KA Band dinilai berpotensi menggeser kepopuleran KU Band pada fungsinya sebagai teknologi VSAT di darat karena beberapa alasan. Panjang gelombang yang lebih kecil dan bandwidth yang lebih lebar dari KU Band. Jadi dengan ukuran sistem perangkat yang mirip, kecepatan internet bisa jauh lebih tinggi. Dengan BUC 3 watt pada sistem perangkat antena 1,2 meter pelanggan dapat merasakan kecepatan upload hingga 5Mbps – 15Mbps. Untuk info lengkap kecepatan maksimal upload/download dari paket internet di sistem perangkat KA Band dapat anda cek disini

Kekurangan Layanan pada Frekuensi KA Band Dibanding KU Band dan C Band

Memang sistem perangkat 1,2 meter KA Band merupakan teknologi inovatif yang dinilai mengesankan. Perangkat KA Band memang memiliki biaya yang lebih tinggi dari perangkat KU Band, dikarenakan spesifikasi perangkat yang lebih tinggi. Ketahanannya terhadap cuaca tetap menjadi persoalan. Hal ini dikarenakan frekuensi yang dipakai adalah frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi Ku Band. Secara alami jaringan pada frekuensi KA Band akan memiliki resiko terganggu oleh cuaca lebih tinggi. Pembuktian kestabilan layanan pada jaringan KA Band ini membutuhkan waktu untuk terus dievaluasi dan mungkin diperbaharui. 

Ketika terjadi hujan di lokasi, dampaknya mirip pada layanan jaringan KU Band. Pertama sinyal pada modem akan hilang (sesaat) pada awal terjadinya hujan. Sesaat setelah sistem perangkat KA Band selesai melakukan restart maka sistem akan menghidupkan kembali akses internet dengan modulasi yang lebih rendah secara otomatis. Dengan begitu sistem perangkat kini sanggup bertahan online saat hujan. 

Dual Sistem Perangkat KA Band dan KU Band

Layanan KA Band banyak diminati oleh pengguna WiFi hotspot. Solusi ini jelas menguntungkan karena dengan biaya yang relatif mirip atau lebih murah, kecepatan internet bisa lebih tinggi. Dengan KA Band, pelanggan dapat menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi saat clear sky atau langit cerah. Lembaga komersial yang ingin membebani biaya langganan bulanan yang lebih murah kepada pelanggannya bisa memanfaatkan teknologi KA Band. Kini, hanya bagaimana layanan pada jaringan KA Band dapat mempertahankan kualitas SLA disaat banyak pelanggan berada di daerah cuaca ekstrim. Karunia Sinergi memiliki 6 tahun pengalaman dalam pelayanan jaringan Ku Band dan melayani daerah dengan cuaca ekstrim, cek selengkapnya disini

Demikian pemaparan KS tentang jaringan VSAT C Band, KU Band dan KA Band. Untuk pilihan bisa ditentukan dari kebutuhan dan budget yang ada. Jika membutuhkan konsultasi dan keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami melalui whatsapp, dengan klik hanging icon disamping atau icon pada bagian footer.




     

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *